JAKARTA — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal mengatakan, anggota grup Muslim Cyber Army (MCA) tak hanya berasal dari Indonesia. Grup yang menyebarkan isu-isu provokatif itu juga memiliki anggota yang bekerja di luar negeri. Iqbal mengatakan, penyidik tengah mengembangkan ke anggota lainnya, termasuk yang di luar negeri. "Ada satu tersangka yang sudah kami kejar, tidak di Indonesia. Tim sudah bergerak untuk itu," ujar Iqbal di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/2/2018). (Baca juga: Polri Bongkar Grup The Family MCA, Sindikat Penyebar Isu Provokatif) Iqbal membenarkan bahwa salah satu anggota grup MCA tengah berada di Korea Selatan. Namun, Iqbal enggan menyebutkan berapa anggota grup tersebut yang berada di luar negeri. Ia memastikan, Polri akan mengejar siapa pun yang terlibat dalam penyebar ujaran kebencian, SARA, dan hoaks oleh kelompok tersebut. "Apalagi, menjelang tahun politik, kami akan mengejar ...
Direktur Imparsial Al Araf menyebut, menguatnya konflik internal di sejumlah negara dunia membuat mereka terpecah belah. Akibatnya, negara itu kini sudah terhapus dalam peta dunia lantaran sudah tiada. Hal itu diungkapkan Al Araf dalam workshop bertema ‘Peran Polri dalam Melindungi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya dan Polda Banten’ di Hotel Sahid, Jakarta. Hadir dalam kegiatan ini dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana dan Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Ihza Fadri. Selain itu, juga hadir seluruh Kapolres di lingkungan Polda Metro Jaya dan perwakilan Polda Banten. “Dulu ada Yugoslavia tapi sekarang enggak ada, itu karena konflik identitas suku dan SARA. Kayak di Rwanda juga hancur karena adanya penyebaran kebencian dan genosida,” ujar Al Araf, Senin (28/8/2017). Menurut dia, saat ini negara yang sedang terancam hancur adalah Suriah. Peperangan yang tengah berkecamuk di negara tersebut bisa membuat negara itu terpecah. ” Ind...
Tanjungpinang - Melaksanakan tugas dalam mengabdikan diri selama 36 tahun di Kepolisian Negara Republik Indonesia Iptu Zamzakir Wir mendapatkan pangkat penghargaan setingkat lebih tinggi menjadi Ajun Komisaris Polsi. Penghargaan ini diberikan oleh Pimpinan Tertinggi Polri berdasarkan KEP KAPOLRI NOMOR : KEP/1000/XII/2017 tanggal 18-12-2017 tentang KNP Pengabdian dari IPTU ke AKP dari periode 01-01-2018 yang ditandatangani langsung oleh Kapolri. Upacara kenaikan pangkat penghargaan ini langsung diambil oleh Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro S.H., S.I.K., M.H di Rupatama Polres Tanjungpinang, senin (26/2/2018) pagi. Dalam amanat yang disampaikan Ardiyanto mengatakan bahwa Kenaikan Pangkat Pengabdian ini merupakan suatu wujud kepedulian Pimpinan Polri kepada Anggota Polri yang sudah mendedikasikan diri dengan baik dalam menyumbangkan pikiran, tenaga, waktu dan keluarga dalam mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat dalam mengemban tugas Kepolisian, ...
Komentar
Posting Komentar