Tanjungpinang – Mengantisipasi aksi skimming yang merugikan sejumlah nasabah perbankan di Tanjungpinang, Polsek Tanjungpinang Kota Polres Tanjungpinang ikut turun tangan dengan melakukan patroli ATM di wilayah kerjanya. Patroli ATM mulai digelar Polresta Blitar sejak Senin (26/3/2018). “Unit Patroli polsek Tanjungpinang Kota yang patroli tiap pagi dan sore memeriksa mesin ATM di lokasi yang mereka lewati,” ungkap Kapolres Tanjungpinang melalui Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Edy Supandi kepada wartawan, Selasa (27/3/2018). Menurut Edy Supandi, mesin ATM yang terindikasi digunakan untuk skimming adalah jika di bagian keluar uang biasanya ditutupi stiker. “Kalau petugas menemukan benda-benda mencurigakan itu, kami langsung laporkan ke bank yang bersangkutan,” lanjutnya. Edy Supandi menambahkan, pemeriksaan ATM akan rutin dilakukan selama masih ada laporan kejahatan perbankan. Di samping patroli ATM, Polsek Tanjungpinang Kota juga menyambangi petugas pengamanan Bank yang...
Jakarta – Sebanyak 196 orang raih penghargaan Kapolri atas Keberhasilan tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai dalam pengungkapan sabu 1,6 Ton di perairan Anambas, Kepulauan Riau, mendapatkan apresiasi dari Kapolri. Kapolri Jenderal Pol. Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Polda Kepri, Polresta Barelang dan Petugas Bea Cukai yang terlibat dalam pengungkapan tersebut. Penerima penghargaan tertsebut diantaranya 136 polisi dan 61 orang dari Bea Cukai. Pemberian penghargaan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor KEP/226/II/2018 dan KEP/294/III/2018. “Saya yakin dengan penghargaan ini anggota semakin termotivasi. Di wilayah lain yang belum dapat, silakan mikir buat prestasi apa,” ujar orang nomor satu di institusi Polri. Sementara itu, penerima penghargaan tersebut adalah Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. E...
JAKARTA — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal mengatakan, anggota grup Muslim Cyber Army (MCA) tak hanya berasal dari Indonesia. Grup yang menyebarkan isu-isu provokatif itu juga memiliki anggota yang bekerja di luar negeri. Iqbal mengatakan, penyidik tengah mengembangkan ke anggota lainnya, termasuk yang di luar negeri. "Ada satu tersangka yang sudah kami kejar, tidak di Indonesia. Tim sudah bergerak untuk itu," ujar Iqbal di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/2/2018). (Baca juga: Polri Bongkar Grup The Family MCA, Sindikat Penyebar Isu Provokatif) Iqbal membenarkan bahwa salah satu anggota grup MCA tengah berada di Korea Selatan. Namun, Iqbal enggan menyebutkan berapa anggota grup tersebut yang berada di luar negeri. Ia memastikan, Polri akan mengejar siapa pun yang terlibat dalam penyebar ujaran kebencian, SARA, dan hoaks oleh kelompok tersebut. "Apalagi, menjelang tahun politik, kami akan mengejar ...
Komentar
Posting Komentar