Direktur Imparsial Al Araf menyebut, menguatnya konflik internal di sejumlah negara dunia membuat mereka terpecah belah. Akibatnya, negara itu kini sudah terhapus dalam peta dunia lantaran sudah tiada. Hal itu diungkapkan Al Araf dalam workshop bertema ‘Peran Polri dalam Melindungi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya dan Polda Banten’ di Hotel Sahid, Jakarta. Hadir dalam kegiatan ini dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana dan Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Ihza Fadri. Selain itu, juga hadir seluruh Kapolres di lingkungan Polda Metro Jaya dan perwakilan Polda Banten. “Dulu ada Yugoslavia tapi sekarang enggak ada, itu karena konflik identitas suku dan SARA. Kayak di Rwanda juga hancur karena adanya penyebaran kebencian dan genosida,” ujar Al Araf, Senin (28/8/2017). Menurut dia, saat ini negara yang sedang terancam hancur adalah Suriah. Peperangan yang tengah berkecamuk di negara tersebut bisa membuat negara itu terpecah. ” Ind...
JAKARTA — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal mengatakan, anggota grup Muslim Cyber Army (MCA) tak hanya berasal dari Indonesia. Grup yang menyebarkan isu-isu provokatif itu juga memiliki anggota yang bekerja di luar negeri. Iqbal mengatakan, penyidik tengah mengembangkan ke anggota lainnya, termasuk yang di luar negeri. "Ada satu tersangka yang sudah kami kejar, tidak di Indonesia. Tim sudah bergerak untuk itu," ujar Iqbal di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/2/2018). (Baca juga: Polri Bongkar Grup The Family MCA, Sindikat Penyebar Isu Provokatif) Iqbal membenarkan bahwa salah satu anggota grup MCA tengah berada di Korea Selatan. Namun, Iqbal enggan menyebutkan berapa anggota grup tersebut yang berada di luar negeri. Ia memastikan, Polri akan mengejar siapa pun yang terlibat dalam penyebar ujaran kebencian, SARA, dan hoaks oleh kelompok tersebut. "Apalagi, menjelang tahun politik, kami akan mengejar ...
Tanjungpinang-Setiap orang pasti menginginkan lingkungannya bersih, baik itu tempat tinggal maupun lingkungan kerjanya. Tak terkecuali Polres Tanjungpinang. Pagi itu, Jumat (27/4/18) selesai melaksanakan apel pagi, personel Polres Tanjungpinang kemudian berpencar di sekeliling halaman Polres dan mulai membersihkan lingkungan Polres. Mulai dari menyapu dan mengutip sampah yang berserakan, mencabuti rumput-rumput liar yang tumbuh, dan juga membersihkan parit yang menjadi tempat saluran air yang ditumbuhi rerumputan dan tumpukan sampah. Selama lebih kurang 3 jam pelaksanaan gotong royong, terlihat perbedaan yang cukup kentara. Halaman Polres menjadi lebih bersih. Rumput dan sampah yang tadinya memenuhi parit kini telah bersih dan aliran air pun menjadi lancar. Lingkungan Polres Tanjungpinang menjadi enak dipandang polres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, SIK, MH yang turun langsung melaksanakan gotong royong tersebut mengatakan bahwa kebersihan banyak membawa dampak positi...
Komentar
Posting Komentar